Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengakui tidak memiliki biaya untuk melakukan perbaikan 200 jembatan rusak di seluruhnya kecamatan di daerah itu. Pemerintah pasrah bila jembatan-jembatan itu belum bisa selekasnya diperbaiki, walau sebenarnya musim hujan mendekati hingga meneror keselamatan warga.
" Ya, lantaran terbatasnya biaya, 200 buah jembatan di Garut masih tetap rusak. Hal semacam itu dapat menyebabkan jalan terputus bila musim hujan tiba, " kata Sekretaris Dinas Tata Ruangan serta Permukiman Garut, Luna Aviantrini, tempo hari.
Menurut Luna, Pemerintah Kabupaten telah melakukan perbaikan 20 jembatan pada th. 2015. Lima jembatan di bangun dengan biaya pertolongan Pemerintah Propinsi Jawa Barat serta 15 jembatan datang dari dana alokasi umum.
" Jadi memanglah ada banyak yang harus kita perbaiki, termasuk juga jembatan-jembatan yang disebut akses paling utama warga, " tutur Luna.
Dia cuma mengharapkan th. depan Pemerintah Kabupaten dapat melakukan perbaikan seluruhnya jembatan rusak, saat sebelum jembatan itu rubuh disebabkan keadaan alam waktu musim hujan. Pemerintah mengundang partisipasi swasta untuk menolong melakukan perbaikan infrastruktur itu.
" Ya, lantaran terbatasnya biaya, 200 buah jembatan di Garut masih tetap rusak. Hal semacam itu dapat menyebabkan jalan terputus bila musim hujan tiba, " kata Sekretaris Dinas Tata Ruangan serta Permukiman Garut, Luna Aviantrini, tempo hari.
Menurut Luna, Pemerintah Kabupaten telah melakukan perbaikan 20 jembatan pada th. 2015. Lima jembatan di bangun dengan biaya pertolongan Pemerintah Propinsi Jawa Barat serta 15 jembatan datang dari dana alokasi umum.
" Jadi memanglah ada banyak yang harus kita perbaiki, termasuk juga jembatan-jembatan yang disebut akses paling utama warga, " tutur Luna.
Dia cuma mengharapkan th. depan Pemerintah Kabupaten dapat melakukan perbaikan seluruhnya jembatan rusak, saat sebelum jembatan itu rubuh disebabkan keadaan alam waktu musim hujan. Pemerintah mengundang partisipasi swasta untuk menolong melakukan perbaikan infrastruktur itu.
No comments:
Post a Comment